Home Sick

Setiap hari rindu Mami.
Sekarang makin sulit dibendung.
Dewi kangen makan mangga, yang dikupas tangan kirinya, lalu disuapkan dengan tangan kanannya.
Dulu terasa sangat sepele.
Rindu Mami yang kidal, yang ingin memberi yang terbaik buat anaknya.

Setiap hari semakin rindu Mami.
Dewi kangen sentuhannya di bahu yang pegal masuk angin.
Rebusan air jahe ketika dingin, rebusan daun jambu ketika mules.
Rindu air tanak nasi buatannya, rindu kerak kelapanya, rindu sambal gilingan tangannya.
Mungkin nilainya tak seberapa, tapi lewat tangan Mami semua jadi terasa istimewa.

Mami, sabar ya.
Dewi akan pulang, sekedar bersua dan melepaskan jerih.
Tunggu ya.
Hingga Dewi bersanding.
Hingga cucu-cucu yang indah, cerdas dan sholeh terlahir.
Hingga Dewi berbagi kebahagiaan dan kenikmatan lain yang Mami harapkan.

Hingga Si Bungsu ini benar-benar menjadi DEWI PUSPITA HATI MAMI.
Amin.

A VERY OLD SONG SHE OFTEN SING
"Tidurlah anak ku, tidurlah. Ku buai dengan kasih mesra"
"Pejamkanlah mata, buah hati ibu. Tidurlah anak ku jauh hari"

"Pabila kau kelak dewasa sudah, baktilah pada nusa bangsa"
"Jadilah kau teladan bagi semua, itulah harapan ibunda"

(sa
mbil memeluk Dewi dalam gendongan)

3 Responses to “Home Sick”

  1. Kisdian Says:

    Yup setuju. Kerinduan kadang baru terasa disaat kita jauh. Sesuatu yang sepele terasa begitu istimewa dikala tak lagi ada. Kau akan segera mengulangnya saat kau dekat dengan kerinduan itu, bertemu dengan ibundamu, yang jauh di seberang.

  2. ojioji Says:

    jadi terenyuh baca nya wi…

  3. antie Says:

    Dewi…
    Aku juga pernah merasakan gurihnya tempe bacem, dan daging bagar buatan Mami…

    Selamat jalan ya… Semoga Allah SWT melapangkan jalan, dan mohon maaf atas semua kesalahan kami…

Leave a Reply