Archive for September, 2006

Happiness for Me

Sunday, September 24th, 2006

Pagi hari dimulai dengan senyuman dan tatapan bahagia.
Siapkan sarapan, dinikmati dengan cerita dan harapan hari ini.
Kecupan di kening menghadirkan spirit tuk berjuang hidup.
Berjalan bersama meraih cita-cita hidup.
Sebuah pesan sang kekasih, "cinta dan sayangku akan selalu bersamamu" membuat hati tenang.
Pulang kerja dengan letih segudang ditunggui senyum manis pujaan hati dan tatapan hangatnya.
Secangkir teh suam suam kuku bersama obrolan tentang hari ini, seuntas humor segar, atau sebuah pujian, atau godaan yang membuat aliran darah kembali bergelora.
Air panas tuk mandi atau berendam, dengan wewangian sabun nan menyegarkan.
Pijatan lembut di bahu, kaki dan tangan membuat raga lupa akan sibuknya hari ini.
Semangkuk sup atau bubur hangat yang gurih, aaahhhhhh… nikmatnya
Kasur empuk dengan seprai yang baru dijemur diterik matahari, aroma terapi.
Doa bersama agar esok hari lebih indah dan cerah dibanding hari ini.
Belaian mesra dan wajah tampan sebelum lelap, menghadirkan mimpi indah malam ini.


Bawalah padaku perhatian, pengertian, harapan dan ikhtiar mu. That’s all I need.
Tuk siapapun…

Home Sick

Sunday, September 24th, 2006

Setiap hari rindu Mami.
Sekarang makin sulit dibendung.
Dewi kangen makan mangga, yang dikupas tangan kirinya, lalu disuapkan dengan tangan kanannya.
Dulu terasa sangat sepele.
Rindu Mami yang kidal, yang ingin memberi yang terbaik buat anaknya.

Setiap hari semakin rindu Mami.
Dewi kangen sentuhannya di bahu yang pegal masuk angin.
Rebusan air jahe ketika dingin, rebusan daun jambu ketika mules.
Rindu air tanak nasi buatannya, rindu kerak kelapanya, rindu sambal gilingan tangannya.
Mungkin nilainya tak seberapa, tapi lewat tangan Mami semua jadi terasa istimewa.

Mami, sabar ya.
Dewi akan pulang, sekedar bersua dan melepaskan jerih.
Tunggu ya.
Hingga Dewi bersanding.
Hingga cucu-cucu yang indah, cerdas dan sholeh terlahir.
Hingga Dewi berbagi kebahagiaan dan kenikmatan lain yang Mami harapkan.

Hingga Si Bungsu ini benar-benar menjadi DEWI PUSPITA HATI MAMI.
Amin.

A VERY OLD SONG SHE OFTEN SING
"Tidurlah anak ku, tidurlah. Ku buai dengan kasih mesra"
"Pejamkanlah mata, buah hati ibu. Tidurlah anak ku jauh hari"

"Pabila kau kelak dewasa sudah, baktilah pada nusa bangsa"
"Jadilah kau teladan bagi semua, itulah harapan ibunda"

(sa
mbil memeluk Dewi dalam gendongan)

Kembali Ramadhan

Sunday, September 24th, 2006

Alhamdulillah masih dipanjangkan usia oleh Allah.
Akankah kembali fitrah?