Siklus 4-tahunan

April 18th, 2008 by dewi-puspitahati79

Hmmm….beberapa bulan terakhir banyak yang terjadi. Tapi secara umum bisa digambarkan dengan satu kata, kegelisahan. Yah beberapa hal yang terjadi disebabkan dan menyebabkan kegelisahan. Pikiran bertanya, mengapa begini? apa salahnya? kok gitu ya? Kegelisahan soal fokus diri, itulah masalahnya.

Beberapa bulan terakhir mencoba mencerna persoalan-persoalan. Dipikir-pikir, sepertinya hal ini terjadi dalam sebuah pola, sebuah siklus berulang. Mungkin benar, tapi toh tak butuh penjelasan ilmiah, yang penting berintrospeksi.

Pertanyaan, atau tepatnya pernyataan soal siklus kegelisahan muncul saat ngobrol dengan Pak Khrisnamurti di Bali Agustus tahun lalu. Tapi pertanyaan pernyataan itu tidak terjawab, atau tidak butuh dijawab.

Siklus empat tahun itu dimulai mundur dari sekarang, gelisah.

Empat tahun yang lalu, gelisah. Sempat ragu tuntaskan kuliah, menimbang-nimbang apa pentingnya (saat itu). Apalagi mami sakit, papi ga mau pulang ke rumah. Tapi akhirnya dengan ‘cambuk’ dari pacar, terpantik jugalah semangat buat menamatkan kuliah. Ga masalah, harus kemana2 dengan motor butut merah. Ga masalah, mesti minjem uang sodara buat foto copy skripsi. Ga masalah, bensin di mobil rental dah hampir "E" pas wisuda. Selesai kuliah. Tapi gelisah belum. Sering diremehkan orang, dianggap ga ‘menjual’, ga ‘mampu’. Gelisah mau kerja dimana, mau bertahan di kampung, atau hijrah ke Jakarta. Waktu itu kakak sempat mengultimatum. Kalo 3 bulan di Jkt ga dapat kerja, mesti pulang kembali, jangan ngerepotin orang. 1 bulan setengah, dapat kerja di TV nasional (Alhamdulillah). Yah akhirnya ikhtiar dan doa berbuah manis. Ga masalah, pergi pagi pulang tengah malam pake motor dipengangnya Jakarta.

Delapan tahun yang lalu, gelisah. Sulit mengandalkan gaji PNS bapak buat kuliah dan tugas2, buku2, copy diktat2. Kampus rasanya ga cukup buat menampung potensi. Lagi, dianggap remeh oleh orang lain. Akhirnya coba-coba (ga ngarep) lamar kerja sampingan. Eh syukur, diterima. Akhirnya memutuskan cuti kuliah, daripada ga fokus. Kerja profesional. Ga masalah pulang tengah malam, dari Indarung ke Teluk Bayur, kadang bis udah ga ada. Jadi terpaksa pulang estafet, pake ojek, nyambung angkot, nyambung angkot lagi, trus tambah jalan kaki.

Empat tahun yang lalu, gelisah. Kelas 3 SMA. Mau kemana? Mau jadi apa? Mampu ga kuliah? Kuliah apa? Tes UMPTN, hari ke 2, langsung cabut pake bis ke Bandung. Coba Seni ITB, coba Sandi Negara. Tapi gelisah, ga tau bakal seperti apa nanti. Lolos tes kedua SN, ternyata lulus UMPTN. Mami suruh pulang segera, ga usah lanjutin tes SN. (Oh iya, pengumuman UMPTN saat itu 27 Juli 1996-naik kereta dari Pasar Minggu mau ke mangga besar, eh disuruh turun di Manggarai. Ada kerusuhan PDI. Sendirian, bis, bajaj ga ada yang beroperasi. Waktu itu belum jamannya HP. Akhirnya diantar sama orang baik hati pake motor lewat jalan tikus, karena waktu itu dah mulai malam, jalan2 rawan. Akhirnya sampai juga ke rumah) Balik ke Padang, kuliah, dan inilah pilihan yang paling tepat. Bahkan tahun berikutnya ga mau ikut UMPTN lagi, walau dipaksa mami karena berharap anaknya jadi dokter. Tapi inilah pilihan, dan mesti fokus dijalani.

Mungkin benar, mungkin salah, kegelisahan membentuk pola empat tahunan. Tapi hidup memang mesti dijalani dengan fokus, makanya keputusan mesti diambil dengan tepat. Toh buktinya, kalo sudah fokus, jalan berikutnya pasti lebih mudah dihadapi. Ga masalah apakah banyak rintangan dan hambatan.

Hmmm…..kali ini, Dewi masih mencoba mencari fokus, menjawab kegelisahan2.

YOU (3)

November 29th, 2006 by dewi-puspitahati79

A midnite chat, Nov 27th 2006 when I was in Balikpapan and you far away.

Dont know what to say. I just feel comfort, happy inside.
It’s just a sentence, but  it meant a lot and enough for me to  go on. A simple sentence that solve the puzzle. How releasing…
I will do anything or just wait till the time come through.

The next day, a visit to your sist house.
I knew your Amak’ eyes said a blessing….

October 15th, 2006 by dewi-puspitahati79

Bukan karena Denias mulai diputar di 21. Bukan karena orang-orang mulai membicarakan surga di tanah itu.

I really  miss to come back to Irian Jaya, the place of my childhood.
I dont know what I will face, but I think everythings will be great.
I miss its papeda
I miss its tunas
I miss its coconut,
its matoa,
its ’sagu bakar’
I miss its beaches, east to west
I miss its people, calling ‘ade, apakabar ade’ so nice
Hmmm…Irianjaya always be the place of my favorite ever

And maybe you, my friends, will come to visit Irianjaya too sometime.

A Big Puzzle

October 15th, 2006 by dewi-puspitahati79

Adakah seseorang yang membuat ini mudah untuk Dewi?
Semakin sulit dimengerti, tak mudah dipecahkan.
Memang hidup ini sebuah teka teki klise, tapi toh kita mesti yakin mengambil satu keping dan meletaknya di posisi yang tepat….
Dewi lihat fotomu (seutas senyum menggoda)
lalu fotomu (kamu yang wibawa)
Kemudian gambaran wajahmu (dengan wajah ‘nakal’)
Dewi lihat lagi fotomu yang lain (sangat tampan)
lalu fotomu lagi (penuh aura yang tenang)
Sekedar foto,
tapi besar berharap cahaya matamu difoto itu hanya untukku
Ingin senyummu nyata kau lemparkan padaku
Kumohon jangan pergi lelakiku, tanpa kau titipkan rindu padaku
Kumohon….
Hanya kamu yang akan membuat ini mudah untuk Dewi

October 1st, 2006 by dewi-puspitahati79

Kayanya Dewi mesti kuliah bahasa Indonesia lagi….
Atau, mungkin karena yang baca malah jadinya salah paham.

"See You Again Bob" means: semoga berjumpa di akhirat.
He’s not my boy friend.
He was my best friend.
Dan dia sudah tidak ada.
Tak bolekah Dewi merasa bersalah karena tak bertemu dia meski ada beberapa kali kesempatan?

Buat yang udah salah paham, ga apa2.

Happiness for Me

September 24th, 2006 by dewi-puspitahati79

Pagi hari dimulai dengan senyuman dan tatapan bahagia.
Siapkan sarapan, dinikmati dengan cerita dan harapan hari ini.
Kecupan di kening menghadirkan spirit tuk berjuang hidup.
Berjalan bersama meraih cita-cita hidup.
Sebuah pesan sang kekasih, "cinta dan sayangku akan selalu bersamamu" membuat hati tenang.
Pulang kerja dengan letih segudang ditunggui senyum manis pujaan hati dan tatapan hangatnya.
Secangkir teh suam suam kuku bersama obrolan tentang hari ini, seuntas humor segar, atau sebuah pujian, atau godaan yang membuat aliran darah kembali bergelora.
Air panas tuk mandi atau berendam, dengan wewangian sabun nan menyegarkan.
Pijatan lembut di bahu, kaki dan tangan membuat raga lupa akan sibuknya hari ini.
Semangkuk sup atau bubur hangat yang gurih, aaahhhhhh… nikmatnya
Kasur empuk dengan seprai yang baru dijemur diterik matahari, aroma terapi.
Doa bersama agar esok hari lebih indah dan cerah dibanding hari ini.
Belaian mesra dan wajah tampan sebelum lelap, menghadirkan mimpi indah malam ini.


Bawalah padaku perhatian, pengertian, harapan dan ikhtiar mu. That’s all I need.
Tuk siapapun…

Home Sick

September 24th, 2006 by dewi-puspitahati79

Setiap hari rindu Mami.
Sekarang makin sulit dibendung.
Dewi kangen makan mangga, yang dikupas tangan kirinya, lalu disuapkan dengan tangan kanannya.
Dulu terasa sangat sepele.
Rindu Mami yang kidal, yang ingin memberi yang terbaik buat anaknya.

Setiap hari semakin rindu Mami.
Dewi kangen sentuhannya di bahu yang pegal masuk angin.
Rebusan air jahe ketika dingin, rebusan daun jambu ketika mules.
Rindu air tanak nasi buatannya, rindu kerak kelapanya, rindu sambal gilingan tangannya.
Mungkin nilainya tak seberapa, tapi lewat tangan Mami semua jadi terasa istimewa.

Mami, sabar ya.
Dewi akan pulang, sekedar bersua dan melepaskan jerih.
Tunggu ya.
Hingga Dewi bersanding.
Hingga cucu-cucu yang indah, cerdas dan sholeh terlahir.
Hingga Dewi berbagi kebahagiaan dan kenikmatan lain yang Mami harapkan.

Hingga Si Bungsu ini benar-benar menjadi DEWI PUSPITA HATI MAMI.
Amin.

A VERY OLD SONG SHE OFTEN SING
"Tidurlah anak ku, tidurlah. Ku buai dengan kasih mesra"
"Pejamkanlah mata, buah hati ibu. Tidurlah anak ku jauh hari"

"Pabila kau kelak dewasa sudah, baktilah pada nusa bangsa"
"Jadilah kau teladan bagi semua, itulah harapan ibunda"

(sa
mbil memeluk Dewi dalam gendongan)

Kembali Ramadhan

September 24th, 2006 by dewi-puspitahati79

Alhamdulillah masih dipanjangkan usia oleh Allah.
Akankah kembali fitrah?

Cemburu

August 28th, 2006 by dewi-puspitahati79

Harus diakui, aku benar-benar cemburu. Datang selalu tiba-tiba…. bukan pada cinta, tapi pada rasa "bahagia"

Mom

July 8th, 2006 by dewi-puspitahati79

I miss my Mom so much. Good news she is going better after 3 year in weakness. I miss the way she look at me, teduh. I miss to serve meal for her, bada kering lado kutu, dengan bayam or gulai pucuak parancih. I miss your cook, bacem, ayam kecap, tahu gimbal, dendeang balado, randang, gulai kambiang, ayam pop, ikan panggang, tau isi, sate padang. I miss sleeping beside you.I miss your smile. I miss your laugh. I miss your voice, singing, talking.
You are the best Mom for me.
Pray for me…let me make you glad and proud. Let me make your dream come true. Restaurant, kids, happy family, nice home, anak yang Shaleha. Your prayer makes my hands stronger, my legs tougher, make my mind wide open, my heart warmer. And I wish you can be stronger too.
I miss you so Mom, wish I could see you very soon.